Mark Zuckerberg Disomasi Abu Janda Rp 1 Triliun | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Nasional

Mark Zuckerberg Disomasi Abu Janda Rp 1 Triliun

facebook-reviewbekasi.com

REVIEW, Bekasi—Pendiri Facebook Mark Zuckerberg disomasi Permadi Arya alias Abu Janda sebesar Rp1 Triliun karena menghapus akun Facebook milik Abu Janda dan menuduhnya sebagai jaringan Saracen.

Abu Janda terpaksa melakukan somasi karena tidak terima atas tuduhan tersebut dan meminta akun dengan 500.000 lebih followers miliknya kembali diaktifkan. Surat somasi sudah disampaikan melalui perwakilan facebook di Indonesia yang dititipkan ke manajemen gedung.

“Menurut temuan mereka page Abu Janda dengan 500.000 followers dituduh sebagai jaringan Saracen. Ini kami kasih waktu empat hari buat Facebook membersihkan nama saya dan mengembalikan akun saya yang di-banned. Kalau dalam empat hari tidak dibuat clear, serius kami akan gugat ke pengadilan materiil dan Kepolisian soal UU ITE,” ujar Abu Janda di Jakarta, Jumat (8/2/2019) seperti dilansir CNN Indonesia.

Abu Janda meminta agar pihak Facebook cukup membuat rilis melalui Facebook News Room dan menegaskan bahwa Permadi Arya bukan bagian Saracen dan kemudian mengaktifkan kembali akunnya.

Menurut dia, langkah itu diambil atas dasar riset dan penelitian tim hukumnya yang menemukan Facebook siap mengikuti proses hukum di negara yang berperkara, dalam kasus ini Indonesia.

Sebelumnya pihak Facebook sudah menghapus ratusan akun, laman, dan grup yang terkait dengan kelompok Saracen yang menjadi biang keladi penyebar ujaran kebencian dan hoaks.

“Akun dan halaman ini secara aktif bekerja untuk menyembunyikan apa yang mereka lakukan dan dihubungkan dengan Kelompok Saracen, sebuah sindikat online di Indonesia,” kata kepala Kebijakan Cybersecurity Facebook Nathaniel Gleicher.

Gleciher mengatakan kelompok Saracen ini memiliki urgensi untuk memecah belah masyarakat Indonesia.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top