Agustus 20, 2022

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Saatnya menandatangani PTA awal dengan Indonesia

Menteri Luar Negeri Dr. A.K. Abdul Moman hari ini mendesak penyelesaian perjanjian perdagangan preferensial bilateral dengan Indonesia yang sedang dirundingkan.

Dia menekankan pada perluasan lebih lanjut dan percepatan ruang lingkup perdagangan dan investasi untuk memanfaatkan potensi komunitas bisnis kedua negara yang belum dieksplorasi.

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh yang baru dilantik Heru Hardando Subolo di Kementerian Luar Negeri.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Moman secara khusus menekankan pada menjaga keseimbangan yang lebih baik dalam perdagangan bilateral dengan mengizinkan produk-produk Bangladesh termasuk RMG, obat-obatan, produk kulit di pasar Indonesia.

Ia menyarankan untuk lebih sering berinteraksi antara komunitas bisnis kedua negara.

Menteri Luar Negeri Dr. Moman mendesak Indonesia dan ASEAN untuk memainkan peran yang lebih proaktif dalam memfasilitasi pemulangan kemanusiaan awal Rohingya yang saat ini mengungsi di Bangladesh.

Dia menegaskan bahwa masalah itu diciptakan oleh Myanmar dan harus diselesaikan oleh Myanmar juga, dan satu-satunya solusi adalah mengirim para pengungsi kembali ke tanah air mereka, Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Dr. Moman juga meminta dukungan Indonesia untuk mendukung pencalonan Bangladesh sebagai Mitra Dialog Sektoral ASEAN.

Senada dengan pandangan Menlu, Dubes RI menekankan untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui berbagai cara, termasuk pertukaran perwakilan perdagangan dan partisipasi dalam pameran dagang.

Dr Moman dengan penuh syukur mengingat dukungan Indonesia untuk pengakuan awal kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1972.

Dia mengungkapkan kebahagiaan bahwa baik Bangladesh dan Indonesia akan merayakan ulang tahun emas hubungan diplomatik dengan upacara yang sesuai.

READ  'Mekkah Road' diluncurkan di 5 negara untuk haji 2022