Oktober 6, 2022

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Lensing menghidupkan saklar energi hijau di Indonesia – Sourcing Journal

Lensing Group, penyedia serat khusus berbasis kayu, memperluas divisi listrik bersih globalnya dan mengubah lokasi pabriknya di Purwakarta, Indonesia, menjadi listrik ramah lingkungan.

Mulai bulan lalu, anak perusahaan Indonesia PT South Pacific Viscose (SPV) akan menggunakan listrik yang dihasilkan dari sumber terbarukan, yang menurut perusahaan akan mengurangi emisi karbon spesifik sebesar 75.000 ton per tahun.

Pada 2019, Lensing menetapkan target mengurangi separuh emisi karbonnya pada 2030 dan menjadi netral iklim pada 2050. Target pengurangan karbon didukung oleh Science-Based Targets Initiative.

Di Purvakarta, Lensing berinvestasi dalam mengurangi emisi karbon, emisi udara dan air. Berkat investasi 100 juta euro ($100 juta) di area ini, Lensing secara bertahap mentransisikan kemampuannya yang ada ke viscose standar ke Lensing Ecovero dan viscose khusus bermerek Veocl.

“Permintaan untuk serat khusus kami yang berbasis kayu dan dapat terurai secara hayati terus meningkat,” kata Robert van de Kerkhof, Chief Commercial Officer untuk Fiber di Lensing. “Kami melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar, terutama di Asia. Transisi ke listrik yang ramah lingkungan dan terbarukan merupakan langkah besar dalam menjadikan basis kami di Indonesia sebagai pemasok serat khusus. Ini memposisikan kami dengan baik untuk memenuhi permintaan serat yang diproduksi secara berkelanjutan.”

Perusahaan mencatat bahwa perubahan iklim buatan manusia adalah salah satu masalah yang paling mendesak saat ini, dengan industri mode berdampak negatif terhadap lingkungan karena model bisnis mode cepat dan konsumsi sumber daya fosil dalam produksi tekstil. Menurut produsen serat, Lensing ecovero viscose fibres untuk tekstil dan serat viscose khusus di bawah merek Veocell dengan teknologi EcoCare untuk nonwoven menghasilkan 50 persen lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan polusi air.

READ  INDO Stock Alert: Apa yang terjadi hari ini di Indonesia yang kurang dikenal?

Lensing bertujuan untuk menghasilkan lebih dari 75 persen pendapatan seratnya dari bisnis serat khusus berbasis kayu yang dapat terurai secara hayati pada tahun 2024 di bawah merek Tencel, Ecovero, dan Veocell. Pabrik lyocell di Thailand dibuka pada bulan Maret dan investasi sedang dilakukan untuk produksi yang ada. Di lokasi di Indonesia dan China, pangsa serat khusus dalam pendapatan serat Lensing akan melebihi target 75 persen dengan margin yang signifikan pada awal 2023.