Pemerintah Indonesia mulai mengembangkan proyek konversi energi angin pertama di Batam, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari upaya memperluas industri energi terbarukan nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi bersih global. Proyek ini dinilai strategis di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap teknologi energi rendah emisi dan komponen pembangkit listrik ramah lingkungan.
Proyek Energi Terbarukan Dorong Investasi Nasional
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan proyek tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik bagi Batam maupun perekonomian nasional secara keseluruhan.
“Kami berharap proyek ini memberikan manfaat luas, baik secara ekonomi maupun dari sisi investasi, tidak hanya untuk Batam tetapi juga secara nasional,” ujar Pambudy dalam keterangannya.
Pengembangan proyek akan dilakukan oleh PT McDermott Indonesia, perusahaan yang baru saja menyelesaikan pembangunan dua fasilitas baru yakni gedung Cakrawala dan Nusantara. Kedua fasilitas tersebut mendukung proyek jaringan listrik arus searah tegangan tinggi berkapasitas 2 gigawatt milik Tennet.
Batam Diproyeksikan Jadi Pusat Fabrikasi Energi Angin Lepas Pantai
Inisiatif konversi energi angin ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun industri energi domestik yang kompetitif dan berkelanjutan. Selain memperkuat kapasitas manufaktur nasional, proyek tersebut juga diharapkan meningkatkan daya saing Indonesia di sektor energi hijau kawasan Asia Tenggara.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan proyek ini akan memperkuat posisi Batam sebagai pusat fabrikasi komponen penting untuk pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai.
Menurut Ansar, pengembangan industri energi angin di Batam juga akan memperluas keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok energi terbarukan global, terutama untuk kebutuhan proyek-proyek energi bersih di kawasan regional dan internasional.
“Sejak mulai beroperasi pada 1970-an, McDermott berkembang dari lokasi seluas delapan hektare menjadi kompleks fabrikasi lepas pantai seluas 110 hektare,” kata Ansar.
Ia menambahkan bahwa perusahaan tersebut telah menjadi salah satu pelaku utama industri manufaktur maritim di Asia Tenggara selama lebih dari lima dekade.
Investasi US$240 Juta dan Serapan Ribuan Tenaga Kerja
Ansar menjelaskan fasilitas baru yang diresmikan mencakup gedung perakitan Cakrawala dengan pengendalian iklim serta fasilitas pelapisan dan pengecatan Nusantara. Nilai investasi kedua fasilitas tersebut mencapai sekitar US$240 juta.
Proyek ini diperkirakan akan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja lokal selama tahap konstruksi. Seluruh pekerjaan desain struktur juga akan dikerjakan oleh insinyur muda lokal, menunjukkan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia Indonesia di sektor teknologi dan rekayasa industri.
Keterlibatan tenaga kerja domestik dinilai penting untuk mendukung alih teknologi sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional dalam menghadapi persaingan global di sektor energi terbarukan.
Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau
Pemerintah daerah optimistis investasi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang pada kuartal pertama 2026 tercatat tumbuh 7,04 persen secara tahunan.
Selain itu, proyek tersebut juga diproyeksikan mendukung pencapaian target investasi Kepulauan Riau sebesar Rp64,67 triliun atau sekitar US$4 miliar.
Batam selama ini dikenal sebagai kawasan industri dan logistik strategis yang dekat dengan jalur perdagangan internasional, termasuk Singapura dan Malaysia. Dengan masuknya investasi energi terbarukan, kawasan ini berpotensi berkembang menjadi salah satu pusat industri hijau di Indonesia.
Langkah Strategis Menuju Industri Energi Bersih
Pengembangan proyek konversi energi angin di Batam menandai langkah baru Indonesia dalam mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon. Selain membuka peluang investasi dan lapangan kerja, proyek ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi terbarukan yang terus berkembang di tingkat global.
Dengan dukungan infrastruktur industri, tenaga kerja lokal, dan posisi geografis yang strategis, Batam dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan manufaktur energi bersih di kawasan Asia Tenggara.

“Web nerd. General bacon practitioner. Social media ninja. Award-winning coffee specialist. Food advocate.”

More Stories
Flatpak 1.18 Resmi Dirilis, Hadirkan Peningkatan Keamanan dan Distribusi Aplikasi Linux
BYD Siapkan Debut Atto 3 Generasi Baru di Pameran Otomotif Beijing 2026
Investasi Swasta di Sektor Sapi Meningkat, Kendala Lahan Hambat Peningkatan Pasokan Nasional