Juni 10, 2026

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan

Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki babak baru dengan fokus pada kerja sama energi, kecerdasan buatan, teknologi maju, dan pengembangan sumber daya manusia. Penguatan kolaborasi di sektor-sektor strategis ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan energi hingga percepatan transformasi digital.

Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengatakan ketegangan yang berlangsung di sekitar Selat Hormuz menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat strategi ketahanan energinya. Menurut dia, Korea Selatan dapat menjadi mitra utama Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

Kerja Sama Energi Menjadi Fokus Utama

“Energi harus menjadi fokus utama dalam kerja sama bilateral ini,” ujar Herawan dalam pengarahan media di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul dalam program Jaringan Jurnalis Generasi Muda Indonesia, sebuah inisiatif yang diselenggarakan oleh Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia bersama Yayasan Korea.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur penting distribusi minyak dunia. Ketidakstabilan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global dan berdampak pada negara-negara importir energi, termasuk Indonesia. Dalam konteks itu, kerja sama energi dengan negara yang memiliki teknologi maju seperti Korea Selatan dinilai semakin strategis.

Indonesia sendiri tengah mendorong percepatan penggunaan energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Korea Selatan dianggap memiliki pengalaman dan kemampuan teknologi yang dapat mendukung agenda tersebut.

Teknologi dan Kecerdasan Buatan Perkuat Kemitraan

Selain energi, Herawan menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperdalam kerja sama teknologi dengan Seoul, khususnya di bidang kecerdasan buatan dan komputasi canggih.

Pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung saat ini diketahui tengah mendorong kebijakan untuk menjadikan negaranya sebagai kekuatan kecerdasan buatan terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Ambisi tersebut membuka peluang kolaborasi baru dengan negara mitra, termasuk Indonesia.

Herawan juga menyoroti peluang kerja sama di bidang teknologi nuklir. Ia menyebut Korea Selatan telah berhasil mengoperasikan reaktor nuklir komersial di Uni Emirat Arab dan kini mempercepat pengembangan teknologi reaktor modular kecil.

Teknologi tersebut dianggap sebagai salah satu solusi energi masa depan karena memiliki ukuran lebih kecil, efisiensi tinggi, serta tingkat risiko operasional yang lebih rendah dibandingkan pembangkit nuklir konvensional.

Melalui kerja sama dengan Seoul, Indonesia dinilai dapat memperoleh keahlian penting dalam pengelolaan teknologi tingkat lanjut sekaligus memperkuat kapasitas talenta dalam negeri.

BRIN Kembangkan Infrastruktur Komputasi Modern

Untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional telah menyelesaikan kesepakatan dengan mitra Korea Selatan dalam pengembangan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi di Indonesia.

Infrastruktur tersebut nantinya akan menjadi fondasi untuk pelatihan teknologi di dalam negeri, termasuk pengembangan kecerdasan buatan dan riset berbasis data berskala besar.

Herawan mengatakan penguatan fokus strategis pada energi, kecerdasan buatan, dan kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan akan membuat hubungan bilateral kedua negara menjadi semakin penting dalam menjawab tantangan global.

Kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia juga dinilai menjadi elemen penting dalam memperkuat hubungan kedua negara. Indonesia membutuhkan transfer pengetahuan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu bersaing di tengah percepatan transformasi digital dunia.

Perdagangan Bilateral Terus Meningkat

Korea Selatan saat ini masih menjadi mitra dagang terbesar ketujuh bagi Indonesia. Nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai 18 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025.

Dalam periode tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 25 persen terhadap Korea Selatan. Capaian itu mencerminkan masih kuatnya hubungan ekonomi kedua negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan sebelumnya resmi ditingkatkan menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

Peningkatan status hubungan ini diperkirakan akan memperluas ruang kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk investasi, teknologi, pertahanan, energi, dan pengembangan industri masa depan.

Dengan semakin eratnya hubungan kedua negara, Indonesia dan Korea Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk membangun kemitraan jangka panjang yang lebih adaptif terhadap dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi global.