Juli 20, 2024

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Eni dapat melipatgandakan produksi gas di Indonesia, kata eksekutif puncaknya

Eni dari Italia dapat melipatgandakan produksi gasnya di Indonesia, berkat perkembangan penemuan baru-baru ini dan kemungkinan integrasi dengan aset yang sudah dimilikinya, kata seorang eksekutif perusahaan pada hari Jumat.

Eni awal bulan ini mengumumkan penemuan gas di Keng North-1, sebuah sumur eksplorasi yang dibor di PSC Kanal Utara lepas pantai Indonesia.

Konsultan energi Wood Mackenzie telah mengidentifikasinya sebagai inovasi industri terbesar sepanjang tahun ini.

Perkiraan awal menunjukkan total volume gas yang ditemukan sebesar 5 triliun kaki kubik (tcf), dengan perkiraan kandungan kondensat hingga 400 juta barel.

“Dalam hal ukuran potensi Pusat Utara, ini masih terlalu dini, tapi… kami merencanakan sesuatu mulai dari 800 juta standar kaki kubik per hari hingga 1 miliar kaki kubik per hari, dengan produksi cairan yang signifikan,” kata Guido Brusco. . , Chief Operating Officer Sumber Daya Alam Eni.

“Ini bisa melipatgandakan produksi kami dari Indonesia,” kata Brusco, berbicara pada konferensi telepon pasca-pendapatan.

Keputusan investasi akhir atas penemuan ini bisa terjadi tahun depan, kata eksekutif tersebut.

Geng North-1, yang baru saja mengakuisisi Neptune Energy, memegang saham di aset-aset di wilayah tersebut dan baru-baru ini membeli saham Chevron CVX.N di blok Rapak dan Ganal PSC, sehingga membuka potensi besar di Indonesia. Sektor gas, kata Eni.

Setelah menyelesaikan pembelian Neptune Energy, Eni akan mengakuisisi 88% saham Geng North-1.

Grup Italia tersebut berencana menggunakan terminal ekspor gas alam cair (LNG) Bondang dengan tujuan mengubah cekungan Kudei di Indonesia menjadi pusat gas global.

Grup tersebut mungkin menjual sebagian dari LNG yang diproduksinya di Indonesia kepada pelanggan Asia berdasarkan kontrak jangka panjang, kata Christian Signoretto, direktur utama sumber daya alam Eni.
Sumber: Reuters (Laporan Francesca Landini. Disunting oleh Keith Weir)

READ  Hukum Keseimbangan di Dunia Multipolar - OpEd - Eurasia Review