JAKARTA, 29 Agustus Indonesia akan menjadi tuan rumah Forum Indonesia-Afrika (IAF) kedua di pulau resor Bali pada tanggal 1-3 September, dengan tujuan mencapai kesepakatan perdagangan senilai US$3,5 miliar untuk mengatasi masalah mendesak energi dan ketahanan pangan.
IAF diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika serta menyiapkan rencana konkrit mengenai kemampuan besar yang dapat dibangun antara kedua negara, kata Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Bahala Nugraha Mansuri pada hari Kamis.
“Fokus utama forum tahun ini adalah transformasi ekonomi, energi dan pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan dan kerja sama pembangunan. Kami memperkirakan akan ada kesepakatan senilai $3,5 miliar untuk sektor swasta dan badan usaha milik negara,” kata Mansoori. Konferensi pers virtual, Kantor Berita Xinhua melaporkan.
IAF diperkirakan akan menarik 855 peserta, terutama dari negara-negara Afrika dan Global Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Rwanda untuk Indonesia, Abdul Karim Harerimana, mengatakan bahwa tujuan IAF adalah menjadi wadah pertukaran gagasan guna mengatasi tantangan pembangunan dan mendorong kerja sama internasional dalam pembangunan.
“Hal ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia, Rwanda, dan negara-negara Afrika serta membuka peluang kerja sama yang lebih erat dan saling menguntungkan di antara kita,” kata Harerimana.
–IANS
Penafian: Postingan ini secara otomatis dipublikasikan dari feed agensi tanpa perubahan apa pun pada teks dan belum ditinjau oleh editor.
Buka di aplikasi

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
Peretas Menyamar sebagai Pemasang Platform Pemrograman untuk Sebarkan Perangkat Lunak Pencuri Data
Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI