KALABAKAN, 29 Okt – Kerja sama dan keberhasilan latihan jangka panjang Malindo Kakar yang dilakukan bersama oleh Tentara Malaysia (TDM) dan Tentara Nasional Indonesia (DNI) menggarisbawahi kuatnya hubungan diplomatik dan keamanan antara kedua negara. Negara.
Periklanan
Periklanan
Komandan Divisi Infanteri Malaysia ke-5 Mayjen Datuk Malek Razak Sulaiman mengatakan, latihan bilateral yang sudah dilakukan sejak lama ini semakin mempererat hubungan keamanan kedua negara melalui pertukaran ilmu, pengalaman, dan keterampilan.
Ia mengatakan, latihan sembilan hari di Davao dan Galapagos menunjukkan bahwa kedua negara dalam keadaan siaga tinggi dan bersemangat untuk saling berbagi informasi.
“Melalui latihan ini, kita akan dapat menumbuhkan rasa persaudaraan, bertukar pikiran, berdiskusi dan menemukan konsensus mengenai pelatihan dan kegiatan bersama demi kebaikan bersama kedua negara,” ujarnya usai mengakhiri rangkaian latihan Malindo Kaker 46AB/. 2023 telah tiba hari ini.
Menurut Malek Razak, perbedaan latar belakang, budaya, dan bahasa tidak menghalangi 76 perwira dan 766 personel TDM dan TNI untuk bergotong royong menyukseskan latihan yang dimulai pada 23 Oktober itu.
Sementara itu, Panglima Kodam VI Mulavarman Brigjen TNI Susilo berharap kerja sama dalam latihan ini dapat ditingkatkan dan dilanjutkan ke depannya untuk saling menguntungkan.
Salah satu peserta sekaligus komandan Resimen Kerajaan Melayu ke-26, Letkol Mohd Zahirin Zainol Abidin mengatakan, latihan tersebut memberikan banyak ilmu berguna dalam memahami lebih baik bahasa, budaya, dan latar belakang kekuatan militer tetangga. Menyetujui tindakan bersama.
Kapten Infanteri 613 Raja Alam, Tarakan Indonesia, Dee RD Wibowo mengatakan, dengan pelatihan tersebut ia bisa mendapatkan teman baru di Angkatan Darat Malaysia dan belajar taktik tempur dari DTM. – Bernama

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI
Paradoks Kemajuan Digital: Ketika Sistem Modern Bertemu Realitas Manusia di Indonesia