Juli 23, 2024

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Peran Indonesia sebagai pembawa perdamaian

Peran Indonesia sebagai pembawa perdamaian

Seperti negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia menganut kebijakan “Satu Tiongkok” dari Republik Rakyat Tiongkok. Artinya Indonesia mengakui Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunya pemerintahan sah Tiongkok. Namun, terlepas dari kebijakan ini, hubungan antara Indonesia dan Taiwan terus berkembang selama satu dekade terakhir. Ada dua faktor utama yang dapat dikaitkan dengan pencapaian diplomasi yang luar biasa ini:

Pertama, pencapaian teritorial Kebijakan Selatan Baru pemerintah Taiwan; Kedua, kesediaan pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan diplomatik.

Peran penting Indonesia sebagai pembawa perdamaian di kawasan Asia-Pasifik memperkuat posisinya sebagai mitra diplomatik yang berharga bagi Taiwan. Contohnya muncul pada bulan November tahun lalu ketika Indonesia ditetapkan menjadi tuan rumah KTT G20 di Bali. Dari pihak Barat, khususnya Ukraina, Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, mengambil sikap prinsip yang menentang pengecualian Rusia dalam proses KTT tersebut. Khususnya, Widodo menyampaikan undangan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky – sebuah langkah yang tidak biasa mengingat Ukraina bukan anggota G20, namun merupakan langkah yang menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk mendorong dialog terbuka dan saling pengertian.

Awal tahun lalu, Widodo menandai tonggak sejarah menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi tanah Ukraina dan Rusia sejak konflik mereka meletus. Tugas utamanya adalah sebagai perantara perdamaian, berupaya memperbaiki keretakan hubungan kedua negara yang sedang bergejolak. Upaya penuh tekad ini memperluas komitmen Indonesia terhadap perdamaian melampaui batas negaranya sendiri.

Kecakapan Indonesia dalam menciptakan perdamaian juga mencakup hubungannya dengan Tiongkok. Menjelang pertemuan ASEAN-Tiongkok yang fokus pada adopsi Code of Conduct (COC) untuk Laut Cina Selatan, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyelenggarakan acara yang proaktif. Ia mengatur pertemuan dengan mitranya dari Tiongkok di Jakarta, mantan Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang (秦剛), dengan tujuan untuk mempercepat diskusi mengenai COC Laut Cina Selatan. Pendekatan proaktif ini semakin menyoroti peran Indonesia sebagai mediator diplomatik dan komitmennya terhadap stabilitas regional.

READ  Damon Motors Mendekati Pesanan $100 Juta dan Memperluas Jangkauan Global ke Indonesia dengan Indika Energy

Dengan latar belakang meningkatnya ketegangan di sekitar Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan, peran penting Indonesia siap untuk semakin menonjol. Hal ini sangat relevan mengingat perkembangan terkini seperti Amerika mendapatkan akses ke empat pangkalan militer melalui kemitraannya dengan Filipina.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah mengadopsi pendekatan yang lebih tegas dan agresif dalam mengatasi permasalahan regionalnya. Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) telah melakukan latihan militer skala besar yang bertujuan untuk mengintimidasi Taiwan, terutama setelah peristiwa diplomatik yang penting. Latihan tersebut direncanakan secara strategis sebagai tanggapan terhadap peristiwa-peristiwa seperti kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pada Agustus tahun lalu dan pertemuan tatap muka Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy. untuk kita. Selanjutnya, PLA mengumumkan lebih banyak latihan militer pada bulan April. Bahkan ketika tidak ada konflik militer langsung, Tiongkok dengan tegas menunjukkan tekadnya untuk menghadapi hubungan yang semakin erat antara Taiwan dan mitra diplomatiknya.

Mengingat ketidakpastian geopolitik ini, Taiwan sangat penting untuk memperluas jangkauan diplomatiknya lebih jauh lagi. Menjadi calon Perdana Menteri Indonesia. Berbeda dengan Amerika Serikat, Indonesia tidak berstatus negara besar sehingga kurang konfrontatif bagi Tiongkok untuk memperdalam hubungan Indonesia-Taiwan. Selain itu, peran perdamaian yang disukai dan diakui secara luas oleh Indonesia dapat memberikan manfaat signifikan bagi Taiwan, terutama di masa-masa penuh gejolak. Diposisikan sebagai mitra diplomatik dengan risiko rendah dan keuntungan tinggi, Indonesia menonjol sebagai mitra yang stabil dan kooperatif di kawasan yang semakin bergejolak.

Patrick Kurniawan adalah mahasiswa magister di Universitas Nasional Senji.

Komentar akan ditinjau. Jaga agar komentar tetap relevan dengan artikel. Komentar yang mengandung pelecehan dan kecabulan, serangan pribadi atau promosi akan dihapus dan pengguna diblokir. Keputusan akhir akan berada pada kebijaksanaan The Taipei Times.

READ  Tiga pertemuan terakhir kami adalah melawan Indonesia