Unduh logonya
Pada Selasa (17/1) Duta Besar RI Sunarko, pendiri dan presiden Sudan Mi-Doar, Mr. Tn. Selain dikenal sebagai pengusaha, Ibrahim adalah sahabat Indonesia dan alumnus salah satu universitas di Bandung.
Dalam pertemuan tersebut Bpk. Ibrahim mengatakan dia adalah warga negara Sudan pertama yang menerima beasiswa KNB dan telah lama bekerja sama dengan KBRI Khartoum dan berpartisipasi di Bali, TEI 2015 dan TEI 2018 bersama IAF dan IAID. Kegiatan lainnya dikoordinir oleh KBRI Khartoum.
“Indonesia adalah negara kedua saya dan saya ingin terus bekerja sama dengan Indonesia,” katanya.
Dubes RI Sunarko, yang terlibat aktif dalam menjalin dan memperkuat kerja sama dengan Indonesia.
“Kami berharap dapat meningkatkan kerja sama dengan Pak Ibrahim, termasuk memanfaatkan berbagai peluang baru di bidang perdagangan dan investasi di kedua negara,” lanjut Dubes RI.
Mi-Doar adalah perusahaan perdagangan umum yang berbasis di Sudan, Mesir, dan Dubai.
Didistribusikan oleh APO Group atas nama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Khartoum, Sudan.
Siaran pers ini dikeluarkan oleh APO. Konten tersebut tidak dipantau oleh tim editorial African Business, dan konten tersebut belum diperiksa atau diperiksa oleh tim editorial, korektor, atau pemeriksa fakta kami. Penyedia sepenuhnya bertanggung jawab atas isi pemberitahuan ini.

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI
Paradoks Kemajuan Digital: Ketika Sistem Modern Bertemu Realitas Manusia di Indonesia