Juli 25, 2024

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Teleskop Luar Angkasa James Webb mendeteksi “permata kosmik” di alam semesta awal (video)

Teleskop Luar Angkasa James Webb mendeteksi “permata kosmik” di alam semesta awal (video)

Dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para astronom telah menemukan gugus bintang di busur “permata kosmik” yang ada hanya 460 juta tahun setelah Big Bang. Ini merupakan penemuan pertama gugus bintang di galaksi yang baru lahir, seperti yang terjadi ketika alam semesta berusia 13,8 miliar tahun masih kurang dari 500 juta tahun.

Busur Permata Kosmik, pertama kali ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble dan secara resmi diberi nama SPT0615-JD1, adalah galaksi bayi dengan lensa gravitasi yang berjarak sekitar 13,3 miliar tahun cahaya dari Bumi. Artinya, cahaya dari galaksi ini, yang dilihat oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb, mencapai Bumi selama sekitar 97% kehidupan di alam semesta.

Tim astronom internasional di balik penemuan ini telah menemukan lima gugus bintang muda masif di busur permata kosmik. Gugus-gugus ini ada pada periode ketika galaksi-galaksi muda sedang mengalami ledakan pembentukan bintang yang intens dan memancarkan sinar ultraviolet dalam jumlah besar. Radiasi ini mungkin bertanggung jawab memicu salah satu dari dua fase utama evolusi alam semesta: era reionisasi kosmik.

Gugus galaksi SPT-CL J0615−5746 seperti yang dilihat oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb sebagai busur permata kosmik. (Kredit gambar: ESA/Webb, NASA & CSA, L. Bradley (STScI), A. Adamo (Stockholm University) dan Cosmic Spring Collaboration)

Mempelajari gugus bintang lima ini dapat mengajarkan banyak hal kepada para astronom tentang periode awal alam semesta.