(Jakarta Pos)
Premium
Jakarta
Selasa, 12 Oktober 2021
Penyedia layanan global mendesak bisnis di Indonesia untuk mengadopsi energi hijau dan solusi cloud hybrid, tetapi juga harus dicatat bahwa negara tersebut harus mengatasi kekurangan dalam peraturan untuk mendukung perusahaan dalam mengadopsi standar lingkungan, sosial dan manajemen (ESG).
Roberto Rossi, ketua Schneider Electric’s Indonesia and Timor Leste Cluster, merekomendasikan agar pemerintah mempertimbangkan untuk berinvestasi di perusahaan dan perusahaan yang memasukkan kriteria ESG ke dalam keputusan dan operasi mereka dan menetapkan persyaratan efektif yang dapat mendorong Indonesia untuk mencapai target nol emisi bersih pada tahun 2060 .
“Perusahaan yang berkelanjutan menarik investor dan talenta,” katanya Jakarta PostDalam Webinar Terdekat Jumat, Indonesia menuju ke arah yang benar dalam hal insentif dan perencanaan karbon.
Baca cerita lengkapnya
Berlangganan sekarang
IDR mulai dari 55.000 / bulan
- Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
- E-posting surat kabar digital harian
- Tidak ada iklan, tidak ada batasan
- Hak istimewa untuk acara dan program kami
- Berlangganan buletin kami

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
Peretas Menyamar sebagai Pemasang Platform Pemrograman untuk Sebarkan Perangkat Lunak Pencuri Data
Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI