November 30, 2021

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Indonesia mundur dengan Australia atas pembakaran kapal penangkap ikan

Mustafa Arshad, ketua Koalisi Nelayan Tradisional Laut Timor, mengatakan Australia memiliki hak untuk menghancurkan kapal-kapal yang “masuk jauh ke perairan Australia.”

“Mereka telah melintasi Kepulauan Ashmore. Itu sudah dekat dengan Broom. Jadi wajar bagi Australia untuk mengambil tindakan.”

“NS [fishermen] Membuat kesalahan. Padahal, sejak awal September sudah banyak kapal nelayan yang dikapalkan dari perairan Australia oleh pihak berwenang Australia. Mungkin faktor mengapa mereka melakukannya dengan sangat buruk di Australia.

Mustafa mengatakan, para nelayan yang diberangkatkan dari Provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia itu mengambil risiko masuk ke perairan Australia karena “bagus untuk ditangkap di sana”.

“Tapi itu baru terjadi tahun ini. Tahun lalu tidak ada penangkapan ikan di sana,” katanya.

Inspeksi pantai dilakukan oleh Komando Perbatasan Maritim Australia, ABF Gabungan dan Satuan Tugas Pasukan Pertahanan Australia sebagai bagian dari kampanye baru melawan penangkapan ikan ilegal di taman laut Pulau Ashmore dan Pulau Cartier yang dimulai pada bulan April.

Memuat

Payne melakukan perjalanan ke Jakarta setelah tur regional selama lima hari di Malaysia, Kamboja, dan Vietnam.

Di bawah perjanjian AUKUS baru dengan Amerika Serikat dan Inggris, aspirasi Australia untuk merebut kapal selam bertenaga nuklir dimaksudkan untuk mengatasi kejutan besar dari kawasan itu.

Menteri Luar Negeri Inggris Liszt telah menjalankan misi diplomatik selama seminggu di Asia Tenggara ke Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Pemulihan kawasan dari epidemi juga menjadi agenda dan pada hari Rabu Payne mengumumkan 2,7 juta vaksin lagi ke Vietnam, menyusul pengiriman 1,5 juta suntikan ke Hanoi sebelumnya. Australia telah berjanji untuk membantu mendapatkan 3,7 juta tembakan lagi.

READ  Indonesia undang investasi asing untuk KEK di Dubai Expo