Ledakan itu terjadi akibat akumulasi gas termasuk metana di tambang milik swasta di distrik Savalundo.
Petugas penyelamat menggunakan blower dan kipas angin untuk mengeluarkan gas dari tambang agar aman masuk.
“Tim kesulitan mencari korban karena lokasinya terlalu sulit,” kata Octaviento.
Video yang didistribusikan oleh Badan SAR Nasional menunjukkan penyelamat membawa korban dengan tandu dan memberi mereka oksigen dari tangki. Yang lainnya terlihat membawa kantong mayat kuning dari lubang.
Tanah longsor, banjir, dan runtuhnya terowongan adalah beberapa bahaya lain yang dihadapi para penambang.
Pada bulan April, sebuah truk kelebihan muatan yang membawa 29 orang terbalik di jalan gunung dekat tambang emas ilegal di provinsi Papua Barat, menewaskan 18 orang dan melukai beberapa lainnya.
Pada Februari 2019, bangunan kayu sementara di tambang emas ilegal di Provinsi Sulawesi Utara runtuh akibat lumpur dan lubang tambang yang banyak. Lebih dari 40 orang dimakamkan dan meninggal.

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI
Paradoks Kemajuan Digital: Ketika Sistem Modern Bertemu Realitas Manusia di Indonesia