Verstappen Sim Racing (VSR) berhasil meraih kemenangan pada putaran ketiga IMSA Esports Global Championship 2026 di Watkins Glen, Amerika Serikat. Kemenangan tersebut terjadi setelah pembalap Grid and Go, Jake Denehan, mengalami gangguan koneksi saat memimpin balapan, sehingga membuka peluang bagi VSR untuk mengambil alih posisi terdepan.
Persaingan dalam kejuaraan balap simulasi ini semakin ketat, terutama di kelas GTP dan GTD. Namun, hasil di Watkins Glen juga memperkuat posisi Bleu Mercure Esport dalam perebutan gelar juara kedua kategori.
Persaingan IMSA Esports 2026 Semakin Ketat di Watkins Glen
Memasuki putaran ketiga dari lima seri yang dijadwalkan, persaingan gelar juara IMSA Esports Global Championship mulai mengerucut pada dua tim utama di masing-masing kelas.
Bleu Mercure Esport (BME) datang ke Watkins Glen sebagai pemimpin klasemen GTP dan GTD. Tim tersebut unggul 13 poin atas pesaing terdekatnya di kelas GTP dan 23 poin di kategori GTD, dengan kedua persaingan melibatkan tim yang didukung Grid and Go.
Grid and Go Kuasai Kualifikasi Kelas GTP
Grid and Go menunjukkan performa menjanjikan sejak sesi kualifikasi. Issac Phelps mencatatkan waktu tercepat menggunakan Aston Martin Valkyrie dan mengamankan posisi start terdepan di kelas GTP.
Sementara itu, Daniel Lafuente dari BS+ Turner berhasil meraih pole position untuk kategori GTD.
Kedua pemegang posisi terdepan mampu mempertahankan keunggulan ketika balapan dimulai. Jalannya perlombaan relatif bersih, meskipun Maniti Racing mengalami insiden keluar lintasan di trek lurus utama pada kelas GTP.
Situasi mulai berubah setelah lima menit ketika mobil Bleu Mercure Esport bertabrakan dengan BS+ Competition saat memasuki tikungan Bus Stop. Insiden tersebut praktis mengakhiri peluang BS+ Competition untuk meraih hasil kompetitif.
Strategi Pit Stop Grid and Go Mengubah Jalannya Balapan
Grid and Go kemudian menerapkan strategi pit stop lebih awal untuk meningkatkan peluang kemenangan.
Tim tersebut melakukan pemberhentian pertama setelah 37 menit balapan. Strategi ini memungkinkan mobil bernomor 8, yang menempati posisi kedua klasemen sebelum balapan, mengambil alih pimpinan.
Pada pertengahan perlombaan, Grid and Go kembali melakukan pit stop kedua dan berhasil mempertahankan posisi pertama serta kedua.
Bleu Mercure Esport mengikuti di belakang, sedangkan Verstappen Sim Racing menempati urutan keempat sambil menunggu kesempatan untuk memperbaiki posisinya.
Bleu Mercure Esport Unggul dalam Strategi Kelas GTD
Di kategori GTD, Bleu Mercure Esport sempat memimpin sebelum BS+ Turner kembali merebut posisi teratas menjelang pit stop pertama.
Persaingan berubah ketika jendela pit stop terakhir dibuka. Bleu Mercure menjadi salah satu tim yang memulai rangkaian pemberhentian tersebut.
Strategi itu membuahkan hasil dengan keunggulan sekitar empat detik atas MOUZ yang naik ke posisi kedua. Sementara itu, BS+ Turner, yang sebelumnya memulai balapan dari pole position, turun ke urutan ketiga.
Gangguan Koneksi Jake Denehan Buka Jalan Kemenangan Verstappen Sim Racing
Perubahan besar dalam persaingan GTP terjadi ketika mobil Bleu Mercure Esport terlibat insiden dengan sebuah BMW dari kelas GTD di tikungan terakhir.
Kontak tersebut menyebabkan BMW keluar lintasan dan menabrak pembatas. Akibatnya, Bleu Mercure menerima penalti drive-through yang sangat merugikan ketika balapan menyisakan 39 menit.
Tidak lama kemudian, mobil Grid and Go bernomor 8 menjalani pit stop terakhir. Verstappen Sim Racing menyusul melakukan pemberhentian saat waktu tersisa 35 menit.
Setelah seluruh rangkaian pit stop, VSR berada di posisi kedua dan mulai mengejar Jake Denehan yang memimpin menggunakan Aston Martin.
VSR Ambil Alih Posisi Terdepan Tanpa Duel Langsung
Ketika balapan menyisakan sekitar 30 menit, Denehan tampaknya kehilangan koneksi dengan sesi perlombaan.
Gangguan teknis tersebut membuat mobil Grid and Go kehilangan posisi terdepan dan memberikan kesempatan kepada Verstappen Sim Racing untuk mengambil alih pimpinan tanpa harus melakukan manuver menyalip secara langsung.
VSR memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Tim berhasil mempertahankan keunggulan hingga garis finis dan mengamankan kemenangan dengan selisih lima detik.
Hasil ini menjadi kemenangan penting bagi Verstappen Sim Racing dalam kejuaraan balap virtual yang menggunakan platform simulasi kompetitif.
Bleu Mercure Esport Perkuat Posisi di Klasemen IMSA Esports
Sementara VSR merayakan kemenangan di GTP, persaingan ketat berlangsung pada lap-lap terakhir kelas GTD.
MOUZ memberikan tekanan besar kepada Bleu Mercure Esport. Pembalap Moritz Lohner bahkan berhasil memangkas jarak hingga kurang dari satu detik.
Namun, upaya tersebut belum cukup untuk merebut kemenangan. Bleu Mercure mampu mempertahankan posisinya hingga finis sekaligus memperbesar keunggulan dalam klasemen.
Hasil Watkins Glen membuat Bleu Mercure Esport mengumpulkan 174 poin di kelas GTD, sedangkan timnya di kategori GTP memiliki 113 poin.
Dengan dua putaran tersisa, Bleu Mercure berada dalam posisi menguntungkan untuk mengamankan gelar juara di kedua kelas.
Laguna Seca dan Daytona Jadi Penentu Gelar Juara
IMSA Esports Global Championship 2026 selanjutnya akan berlangsung di Laguna Seca sekitar dua pekan setelah balapan Watkins Glen.
Kejuaraan kemudian ditutup melalui balapan ketahanan di Daytona, yang akan menjadi penentu akhir persaingan musim ini.
Meski Bleu Mercure Esport memiliki posisi kuat dalam perebutan gelar, hasil Watkins Glen memperlihatkan bahwa strategi pit stop, insiden lintasan, dan gangguan teknis dapat mengubah hasil perlombaan secara signifikan.
Kemenangan Verstappen Sim Racing juga menegaskan pentingnya konsistensi dan kesiapan menghadapi situasi tidak terduga dalam kompetisi esports balap tingkat internasional.


Berita Lainnya
Penjelasan Persija soal Borneo ‘Diadang’ Latihan di JIS
Federico Chiesa menyelesaikan kepindahannya ke Liverpool dari Juventus
Pertarungan dramatis antara 49ers dan tim Brandon Aiyuk dan tanda-tanda perpisahan akan segera terjadi