Staf JP (Jakarta Post)
Premium
Jakarta ●
Minggu, 7 Agustus 2022
Penelitian telah mengkonfirmasi bukti paling awal memanah yang berasal dari 64.000 tahun yang lalu, dengan ditemukannya mata panah kuarsa di Gua Situbu di Afrika Selatan saat ini. Sejak itu, busur dan anak panah terus berkembang di seluruh dunia.
Seperti rumah, makanan, dan pakaian, busur dan anak panah berevolusi agar sesuai dengan kebutuhan orang yang menggunakannya. Misalnya, Manchu tinggal di utara yang dingin dan berburu hewan buruan besar seperti beruang coklat Ussuri dan harimau Amur, sehingga mereka mengembangkan busur kuat yang bisa menembakkan panah berat.
Sementara itu, Jepang kekurangan sumber daya untuk membuat busur pendek yang mampu membuat dampak signifikan dengan anak panah berukuran biasa, sehingga mereka membuat busur dan anak panah mereka jauh lebih panjang. Di sisi lain, orang Romawi, Korea, dan Turki mengembangkan anak panah. Panah-panah ini dikatakan dirancang agar musuh mereka tidak menyerang balik.
Baca cerita lengkapnya
BERLANGGANAN SEKARANG
Mulai dari Rp 55.500/bulan
- Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
- E-Post adalah surat kabar digital harian
- Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
- Akses eksklusif ke acara dan program kami
- Berlangganan buletin kami

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
Energi dan Kecerdasan Buatan Jadi Pilar Baru Hubungan Indonesia-Korea Selatan
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI
Paradoks Kemajuan Digital: Ketika Sistem Modern Bertemu Realitas Manusia di Indonesia