Juni 24, 2026

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Google Tawarkan Upgrade PC Gratis bagi Ratusan Juta Pengguna Windows 10

Google Tawarkan Upgrade PC Gratis bagi Ratusan Juta Pengguna Windows 10

Menjelang berakhirnya dukungan untuk sistem operasi Windows 10, ratusan juta pengguna komputer di seluruh dunia menghadapi pilihan sulit: membeli perangkat baru atau tetap menggunakan sistem yang tidak lagi aman. Di tengah situasi tersebut, Google menawarkan alternatif gratis bagi pemilik PC lama yang tidak memenuhi syarat untuk menjalankan Windows 11.

Google Dorong Pengguna Beralih ke ChromeOS Flex

Google mengumumkan bahwa pengguna dapat “mengubah laptop lama yang tidak lagi didukung menjadi perangkat yang cepat, aman, dan berkelanjutan secara gratis” melalui sistem operasi ChromeOS Flex.

Melalui program ini, pengguna dapat memasang sistem operasi berbasis cloud milik Google pada PC atau Mac lama tanpa biaya lisensi tambahan. Menurut Google, langkah ini memungkinkan perangkat lawas tetap digunakan dengan performa yang lebih ringan serta sistem keamanan yang lebih modern.

“Segarkan perangkat yang sudah Anda miliki tanpa biaya dengan sistem operasi modern berbasis cloud yang aman dan mudah dikelola,” tulis Google dalam keterangannya.

Kit USB Baru Permudah Instalasi ChromeOS Flex

Untuk mempermudah proses instalasi, Google juga memperkenalkan ChromeOS Flex USB Kit, yang mulai tersedia melalui kerja sama dengan perusahaan perangkat refurbished, Back Market. Kit ini membantu pengguna memasang ChromeOS Flex ke perangkat lama dengan lebih mudah.

Meski sistem operasinya gratis, perangkat USB tersebut dijual sekitar US$3 atau €3 dan dapat digunakan kembali untuk beberapa instalasi.

Google menyebut kemitraan ini juga bertujuan mengurangi limbah elektronik (e-waste), isu yang semakin mendapat perhatian global termasuk di Indonesia seiring meningkatnya konsumsi perangkat elektronik rumah tangga.

Akhir Dukungan Windows 10 Jadi Tantangan Besar

Microsoft sebelumnya mengonfirmasi bahwa dukungan utama untuk Windows 10 akan berakhir, membuat banyak pengguna harus mempertimbangkan migrasi ke perangkat atau sistem baru.

Menurut Google, keputusan Microsoft menghentikan dukungan Windows 10 “membuat banyak orang harus memilih antara mengeluarkan ratusan dolar untuk perangkat baru atau tetap menggunakan perangkat lama yang tidak aman dan usang.”

Masalahnya, tidak semua komputer Windows 10 dapat di-upgrade ke Windows 11 karena keterbatasan spesifikasi perangkat keras, terutama syarat modul keamanan TPM 2.0 dan prosesor generasi tertentu. Kondisi ini berdampak pada lebih dari 500 juta perangkat secara global.

Microsoft Beri Perpanjangan Dukungan Terbatas

Microsoft saat ini masih menyediakan program Extended Security Updates (ESU) gratis bagi sebagian pengguna Windows 10, namun dukungan tambahan tersebut hanya berlaku hingga Oktober tahun ini.

Setelah itu, pengguna rumahan yang tidak memiliki paket enterprise atau bisnis berisiko tidak lagi menerima pembaruan keamanan resmi.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat keamanan siber, karena perangkat tanpa patch keamanan berpotensi menjadi sasaran empuk malware, ransomware, dan serangan siber lainnya.

Google Soroti Dampak Lingkungan dari Penggantian Laptop Massal

Selain faktor keamanan, Google juga menyoroti dampak lingkungan dari potensi penggantian massal perangkat akibat berakhirnya Windows 10.

“Proses produksi laptop baru menyumbang sebagian besar jejak karbon perangkat tersebut,” kata Google.

Perusahaan menilai penggunaan ChromeOS Flex dapat memperpanjang usia perangkat yang sudah diproduksi, sehingga membantu mengurangi pembuangan perangkat elektronik ke tempat pembuangan akhir.

Google mengklaim bahwa ChromeOS rata-rata mengonsumsi 19% lebih sedikit energi dibandingkan sistem operasi lain yang sebanding.

Beralih dari Windows ke ChromeOS Bukan Keputusan Mudah

Meski menawarkan solusi alternatif, perpindahan dari ekosistem Windows ke ChromeOS tetap bukan keputusan sederhana bagi banyak pengguna.

Sebagian aplikasi desktop, software profesional, dan game yang umum digunakan di Windows tidak selalu kompatibel dengan ChromeOS Flex. Karena itu, solusi ini lebih cocok bagi pengguna yang mengandalkan browser, aplikasi web, serta kebutuhan komputasi dasar seperti belajar, bekerja kantoran, atau penggunaan keluarga.

Namun bagi banyak pengguna dengan laptop lama yang hanya digunakan untuk aktivitas ringan, opsi ini bisa menjadi cara ekonomis memperpanjang usia perangkat tanpa harus membeli laptop baru.

Microsoft Juga Terus Paksa Upgrade Windows 11

Di sisi lain, Microsoft disebut terus mendorong pengguna Windows 11 versi lama untuk berpindah ke versi terbaru melalui pembaruan otomatis.

Perusahaan menggunakan sistem berbasis AI untuk menentukan kapan perangkat siap menerima pembaruan, lalu menjalankan upgrade secara otomatis demi menjaga standar keamanan yang seragam.

Meski pendekatan serupa secara teknis dapat diterapkan pada PC Windows 10 yang kompatibel dengan Windows 11, Microsoft sejauh ini belum melakukan migrasi otomatis untuk perangkat tersebut.

Kesimpulan

Dengan jutaan—bahkan ratusan juta—PC Windows 10 segera kehilangan dukungan keamanan, Google melihat peluang untuk menawarkan ChromeOS Flex sebagai solusi gratis bagi pengguna perangkat lama. Meski bukan pengganti sempurna untuk Windows bagi semua orang, opsi ini memberi jalan keluar praktis bagi pemilik PC yang tidak bisa naik ke Windows 11, sekaligus membantu mengurangi limbah elektronik di tengah meningkatnya siklus pembaruan perangkat global.