Juni 14, 2024

Review Bekasi

Temukan Berita & berita utama terbaru tentang INDONESIA. Dapatkan informasi lebih lanjut tentang INDONESIA

Astronot asal India Sunita Williams menari saat dia tiba di stasiun luar angkasa dengan menaiki Boeing Starliner bersama Butch Wilmore.

Astronot asal India Sunita Williams menari saat dia tiba di stasiun luar angkasa dengan menaiki Boeing Starliner bersama Butch Wilmore.

Sunita Williams akan menghabiskan sekitar satu minggu di luar angkasa

New Delhi:

Pesawat ruang angkasa Boeing Starliner yang membawa astronot India Sunita Williams dan rekan awaknya Butch Wilmore merapat dengan aman di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada hari Kamis. Astronot berusia 59 tahun itu menjadi wanita pertama yang mengemudikan dan menguji pesawat ruang angkasa berawak baru dalam misi perdananya.

Ms Williams, yang sebelumnya membawa patung Dewa Ganesh dan Bhagavad Gita ke luar angkasa, kembali ke ISS untuk perjalanan ketiganya.

Untuk merayakan kedatangannya di stasiun luar angkasa, dia melakukan sedikit tarian dan memeluk tujuh astronot lainnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Ibu Williams dan Tuan Wilmore disambut dengan membunyikan bel, yang merupakan tradisi lama ISS.

“Inilah cara untuk melakukan sesuatu,” kata Sunita Williams saat berbicara tentang “pesta dansa” -nya.

Dia menggambarkan stafnya sebagai “keluarga lain” dan berterima kasih kepada mereka atas “sambutan yang luar biasa.”

Nona Williams dan Tuan Wilmore adalah kru pertama yang menerbangkan Starliner.

Mereka berhasil merapat pesawat ruang angkasa Boeing di Stasiun Luar Angkasa Internasional sekitar 26 jam setelah peluncurannya dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida.

Dua astronot NASA memantau Starliner saat secara independen melakukan serangkaian manuver untuk terus membawa pesawat ruang angkasa lebih dekat ke laboratorium yang mengorbit sebelum merapat.

READ  Sebuah misi NASA telah menentukan bahwa Mars berputar lebih cepat

Docking tertunda sekitar satu jam karena kesalahan teknis seperti kebocoran helium kecil.

Dalam perjalanan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional, para kru menyelesaikan serangkaian tes termasuk menerbangkan Starliner secara manual untuk pertama kalinya ke luar angkasa. Mereka akan menghabiskan sekitar satu minggu di luar angkasa dan akan membantu berbagai tes dan melakukan eksperimen ilmiah.

Ketika mereka kembali ke rumah dengan Starliner, mereka dijadwalkan untuk mendarat di darat, bukan di laut.

NASA telah lama menginginkan alternatif modul kru SpaceX untuk mengangkut astronot, dan Boeing Starliner sedang merancang hal itu sebagai bagian dari program kru komersialnya.

“Like Coming Home”: Sunita Williams terbang ke stasiun luar angkasa

Sebelum lepas landas, Sunita Williams mengaku sedikit gugup, namun mengaku tidak gugup untuk terbang dengan pesawat luar angkasa baru.

“Saat saya sampai di Stasiun Luar Angkasa Internasional, rasanya seperti pulang ke rumah,” katanya.

Ms Williams membantu merancang Starliner berukuran SUV, yang dapat menampung tujuh anggota awak.

Dia juga berkesempatan memberi nama pada pesawat luar angkasa tersebut, menamakannya “Calypso” yang diambil dari nama kapal terkenal tempat ahli kelautan Prancis dan sutradara legendaris Jacques-Yves Cousteau menjelajahi lautan ketika dia masih menjadi pelajar.