Michel Euler/AP
Sebuah pesawat Boeing 737 MAX 9 melakukan penerbangan demonstrasi di Paris Air Show pada 20 Juni 2017.
Jakarta – Indonesia telah mengizinkan tiga pesawat Boeing 737 Max 9 untuk terbang kembali setelah dilarang terbang karena memiliki struktur yang berbeda dari jet yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Amerika Serikat pada 5 Januari, kata kementerian transportasi Indonesia pada hari Kamis.
Panel kabin memecahkan Boeing baru (B.AJet 737 MAX 9 dioperasikan oleh Alaska Airlines (ALK) di tengah penerbangan, mengarah ke pendaratan model dan studi oleh Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA).
Insiden itu terjadi setelah lepas landas dari Portland dalam perjalanan ke Ontario, California, memaksa pilot melakukan pendaratan aman dengan 171 penumpang dan enam awak di dalamnya.
Setelah Pendaratan Ketiga penerbangan yang dioperasikan Lion Air pada 6 Januari dan kemudian diperiksa Kementerian Perhubungan Indonesia menyatakan sudah diperbolehkan terbang lagi mulai 11 Januari.
Dalam keterangannya, Lion Air menyebut pesawat tersebut memiliki konfigurasi yang berbeda dengan pesawat Alaska Airlines.
Kementerian Perhubungan menyebutkan pesawat Lion Air memiliki “pintu keluar darurat di tengah kabin tipe II” dan pesawat Alaska Airlines memiliki “pintu keluar tengah di tengah kabin”.

“Penggemar budaya pop. Pengacau ramah hipster. Pakar media sosial yang menawan.”

More Stories
172,9 Juta Kendaraan di Indonesia, UGM Dorong Solusi Lalu Lintas Berbasis AI
Paradoks Kemajuan Digital: Ketika Sistem Modern Bertemu Realitas Manusia di Indonesia
Indonesia mencari kesepakatan perdagangan senilai US$3,5 miliar di Forum Kerja Sama Negara-negara Afrika