Ini Alasan Dinkes Kota Bekasi Keluarkan Regulasi Baru Terkait Penggunaan Kartu Sehat | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Bekasi 24 Jam

Ini Alasan Dinkes Kota Bekasi Keluarkan Regulasi Baru Terkait Penggunaan Kartu Sehat

Gedung Dinas Kesehatan Kota Bekasi. (Foto: Reviewbekasi)

REVIEW, Bekasi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi membenarkan adanya perubahan regulasi terkait penggunaan Kartu Sehat (KS) berbasis NIK Kota Bekasi.

Dalam ketentuan yang diberlakukan sejak 1 Februari 2019 itu disebutkan, bahwa peserta BPJS aktif tidak lagi dapat menggunakan Kartu Sehat sebagai jaminan layanan kesehatan di rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi.

Kepala Seksi Layanan Kesehatan Dinkes Kota Bekasi, dr. Fikri Firdaus menjelaskan perubahan itu diputuskan setelah evaluasi program sejak November 2018, tiga bulan lalu. Yang dilakukan oleh Dinkes, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Inspektorat Kota Bekasi.

“Evaluasi ini bukan hanya di kita, di RSUD pun ada evaluasi kerja. Mengapa? Karena dalam satu tahun, saya garis bawahi jumlah orang yang sakit hampir mencapai 1 juta orang. Artinya sepertiga penduduk Kota Bekasi sakit. Ini jadi pertanyaan, kenapa?” jelas Fikri kepada awak media, Jumat (8/2/2019) di Kantor Dinkes Kota Bekasi.

Fikri mengungkapkan, setelah ketentuan itu diambil, Dinkes Kota Bekasi tidak langsung mengaplikasikannya, tapi meminta seluruh rumah sakit ikut mensosialisasikannya terlebih dahulu.

“Jadi (sebetulnya) kita baru tahap sosialisasi, bukan eksekusi. Artinya bukan hari ini dikeluarkan lalu harus hari itu juga dilaksanakan. Nggalah, Dinkes tidak pernah seperti itu,” tukasnya.

Lebih lanjut Fikri mengakui, saat ini pihaknya juga tengah mempersiapkan agar kedepan layanan jaminan kesehatan di Kota Bekasi tertib administrasi. Sebagaimana amanat Perarutan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2018 yang menyatakan setiap Kabupaten/Kota maupun Provinsi harus memastikan warganya masuk kedalam kepesertaan BPJS.

“Atas dasar inilah kita tertibkan, dan telah kita sampaikan kepada seluruh direktur rumah sakit agar tidak terjadi tumpang tindih. Maka kedepan KS tidak bisa lagi digunakan oleh warga yang BPJS kesehatannya aktif. Namun bagi warga yang BPJS nya tidak aktif, saya tegaskan mereka masih bisa menggunakan KS,” paparnya.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top