BYD terus mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik dengan memperluas jaringan stasiun pengisian supercepatnya di China hingga mencapai 10.000 lokasi. Pencapaian tersebut membuat perusahaan telah memenuhi separuh dari target 20.000 stasiun yang ingin dioperasikan hingga akhir tahun.
Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari strategi BYD untuk mendukung penjualan kendaraan listrik terbaru yang menggunakan baterai bilah generasi kedua. Infrastruktur tersebut juga dapat digunakan kendaraan listrik dari merek lain, meskipun kecepatan pengisian akan bergantung pada kemampuan masing-masing kendaraan.
Jaringan Pengisian BYD Berlipat Ganda dalam Lima Bulan
BYD sebelumnya memiliki 5.000 stasiun pengisian supercepat yang telah beroperasi di China. Dengan jumlah yang kini mencapai 10.000 stasiun, jaringan tersebut telah berlipat ganda dalam waktu kurang dari lima bulan.
Berdasarkan data terakhir yang tersedia, perusahaan sempat mencatat pembangunan sebanyak 7.018 stasiun sebelum kembali mempercepat penambahan fasilitas pengisian.
Meski telah mencapai tonggak penting, BYD masih menghadapi tantangan besar untuk memenuhi sasaran tahunannya. Perusahaan harus menambah sekitar 10.000 stasiun lagi dalam waktu kurang lebih empat bulan.
Untuk mencapai target tersebut, BYD perlu menyelesaikan rata-rata sekitar 80 stasiun setiap hari. Kondisi ini berarti perusahaan harus kembali meningkatkan kecepatan pembangunan jaringan pengisian daya di berbagai wilayah China.
Teknologi Pengisian Mencapai Daya 1.500 Kilowatt
Baterai Dapat Terisi dari 10 Persen hingga 97 Persen dalam Sembilan Menit
Perangkat pengisian supercepat generasi terbaru BYD mampu menghasilkan daya hingga 1.500 kilowatt melalui satu konektor. Setiap perangkat dilengkapi dengan dua konektor untuk melayani kendaraan listrik.
Ketika digunakan bersama baterai bilah generasi kedua, teknologi tersebut diklaim mampu meningkatkan kapasitas baterai kendaraan dari 10 persen menjadi 97 persen hanya dalam sembilan menit.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri kendaraan listrik. Waktu pengisian yang semakin singkat dapat meningkatkan kenyamanan pengguna, khususnya ketika melakukan perjalanan jarak jauh.
Perkembangan teknologi serupa juga relevan bagi Indonesia seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian berdaya tinggi berpotensi menjadi semakin penting, terutama di kota-kota besar dan jalur perjalanan antarkota.
BYD Bekerja Sama dengan Operator Jaringan Pengisian
Untuk mencapai target 20.000 stasiun, BYD akan bekerja sama dengan sejumlah operator jaringan pengisian kendaraan listrik di China. Melalui kerja sama tersebut, sekitar 18.000 stasiun direncanakan dikembangkan bersama mitra.
Sebanyak 2.000 stasiun lainnya akan ditempatkan di sepanjang jaringan jalan raya. Penempatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemudahan pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh.
BYD juga menjalin kesepakatan kerangka kerja dengan Sinopec. Kerja sama ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan jaringan lebih dari 30.000 stasiun layanan energi terpadu milik Sinopec untuk mempercepat penyebaran fasilitas pengisian supercepat.
Stasiun tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan produksi BYD. Kendaraan listrik dari produsen lain juga dapat menggunakan fasilitas yang sama. Namun, kecepatan pengisian sebenarnya akan bergantung pada kemampuan baterai dan sistem pengisian setiap kendaraan.
Jaringan Pengisian BYD Mulai Diperluas ke Pasar Internasional
Selain memperkuat jaringan di China, BYD berencana memperluas teknologi pengisian supercepat ke pasar internasional hingga akhir tahun.
Perusahaan telah memasang kelompok pertama stasiun pengisian supercepat di Britania Raya. BYD menargetkan pembangunan sebanyak 300 stasiun di negara tersebut hingga akhir tahun.
Langkah ini menunjukkan bahwa persaingan dalam industri kendaraan listrik semakin meluas. Produsen tidak hanya bersaing melalui harga, jarak tempuh, dan teknologi baterai, tetapi juga melalui ketersediaan infrastruktur pengisian yang cepat dan mudah dijangkau.
Dengan jaringan yang telah mencapai 10.000 stasiun di China, BYD kini berada di separuh perjalanan menuju target tahunannya. Tantangan berikutnya adalah membangun 10.000 stasiun tambahan dalam beberapa bulan tersisa untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan mendukung pertumbuhan penggunaan kendaraan bertenaga baterai.


Berita Lainnya
Robotera Pertimbangkan IPO di Hong Kong, Target Dana hingga US$1 Miliar
Huawei Perkenalkan MateBook Fold 2026 dengan Chipset Kirin X90 Plus dan Layar Lipat OLED
BARB, Robot Perakitan Mesin Jet yang Menjadi Gambaran Masa Depan Industri Dirgantara