Shazam: Ketika Anak Remaja Menjadi Superhero | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Film & Musik

Shazam: Ketika Anak Remaja Menjadi Superhero

REVIEW, Bekasi—Kisah superhero dalam film-film masih menjadi daya tarik tersendiri. Kali ini, penggemar komik besutan DC Comic kembai menghadirkan superhero yang layak untuk ditonton, Shazam.

Film ini berkisah tentang seorang anak remaja sebatang kara bernama Billy Batson (Asher Angel) yang mendapat kepercayaan untuk mewarisi takhta sihir dari dunia parallel yang disebut Rock of Eternity karena memiliki ‘kemurnian hati’ dan dianggap sebagai pemenang sehingga layak untuk melindungi kekuatan 7 dosan besar, yaitu sombong, serakah, nafsu, iri, tamak, marah dan malas.

Dengan menyebutkan nama ‘Shazam’, dalam sekejap Billy langsung berubah menjadi sosok pria dewasa usia 30 tahun dengan kekuatan super lengkap dengan kostum merah menyala serta jubah, dan dikenal sebagai ‘Shazam’ (Zachary Levi). Bersama teman sekamarnya Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer)  yang diangkat Billy sebagai penasihat karena Freddy seorang penggemar superhero dari DC universe dan menjadikannya sebagai seorang ahli dalam hal per-super hero-an.

Sementara itu, Thadeus Sivana (Mark Strong), seorang anak konglomerat yang didepak keluarganya, berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kekuatan Shazam. Sama seperti Billy, Thadeus pernah masuk Rock of Eternity dan bertemu sang penyihir. Sayang, dia tidak lolos ujian ketika digoda dengan mata Envy. Dia kemudian menemukan cara kembali ke Rock of Eternity. Dia menyerang sang penyihir dan berhasil mendapatkan mata Envy yang kemudian menyatu dengan matanya. Begitu juga dengan enam Dosa Besar lainnya. Semuanya masuk ke dalam tubuhnya. Dari pertemuan itu, Thadeus tahu bahwa penyihir itu telah menemukan sang juara yang mendapatkan kekuatan sihirnya. Thadeus kemudian berusaha mencari Shazam alias Billy. Dia berniat untuk merebut kekuatan Shazam dari bocah tersebut.

Tidak seperti film DC pada umumnya yang serius dan terkesan gelap. Di film Shazam lebih banyak sentuhan humor walaupun sisi gelap ciri khas DC masih melekat. Film berdurasi 2 jam 12 menit memberikan suguhan cerita superhero yang ringan, emosional dan mengundang tawa. Sepertinya tidak harus penggemar superhero saja yang bisa menikmati alias bisa diikuti oleh semua kalangan.

Sutradara David F Sandberg berhasil memformulasikan film superhero yang benar-benar menyasar penonton remaja. Joke-joke ala anak sekolahan banyak terlontar di film ini. Selain itu, rujukan terhadap karakter-karakter DC membuat film ini punya warna lain di dunia film DC.

Kisah emosional di film ini tidak lain berkisah seputar keluarga, di mana Billy yang selama belasan tahun terpisah dari ibunya, Billy yang hidup di jalanan dan sering kabur dari panti asuhan selalu berusaha keras mencari keberadaan ibunya ke seluruh kota. Lalu bagaimana kekompakan keluarga baru Billy yang terdiri dari anak-anak yatim piatu yang diasuh oleh pasangan suami istri baik hati Victor dan Rosa.

Jangan harap anda menemukan adegan perkelahian superhero yang umumnya terjadi, Karena bagaimanapun, tokoh superhero di film ini hanyalah seorang anak ABG berusia 15 tahun. Walaupun Billy sudah mempelajari kelebihannya tersebut, tapi sepertinya dia belum bisa menggunakannya dengan bijak dan efektif. Sehingga mayoritas adegan klimaks diisi dengan beberapa kegemasan karena menunggu saat-saat kapan Billy akan bertindak seperti superhero sungguhan. Begitu siap, dia kalah, siap lagi, kalah lagi, dan kemudian kabur.

Secara keseluruhan film ini tetap asyik untuk dinikmati, banyak kejutan diluar ekspektasi dari yang ditawarkan di trailer. Alur cerita yang maju membuat film ini semakin nyaman diikuti sebagai film awal untuk pengenalan tokoh Shazam dan sang Vilain Thadeus Sivana. Film ini cukup menghibur. Meskipun banyak detil yang terlewatkan, tapi, Shazam! memberikan tontonan yang layak dinikmati bersama keluarga.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.