PILWALKOT BEKASI: Ini Himbauan Panwaslu Kota Bekasi Jelang Ramadan | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Pilwakot Bekasi

PILWALKOT BEKASI: Ini Himbauan Panwaslu Kota Bekasi Jelang Ramadan

foto: Amar Faizal Haidar/ reviewbekasi.com

REVIEW, Bekasi – Sehari jelang bulan suci Ramadan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kembali mengingatkan masing-masing pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi serta tim kampanye dan relawannya agar tidak mengotori bulan tersebut, dengan cara berkampanye lewat kemasan ritual ibadah keagamaan.

Seperti diketahui, tahapan kampanye pilkada serentak Tahun 2018 yang dimulai sejak 15 Februari sampai 24 Juni ini, melewati bulan Suci Ramadan. Sebagaimana diketahui juga, momentum politik di bulan Ramadan berpotensi cukup besar hadirnya pelanggaran pemilu, khususnya money politics (politik uang).

Melalui surat himbauan yang diedarkan pada Rabu (16/5/2018) bernomor 249/Bawaslu-JB21/V/2018, Panwaslu memberikan himbauan agar semua pihak terkait dapat mentaati tujuh poin ini;

  1. Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, Relawan, dan setiap orang agar menjaga kesucian bulan Ramadan dengan menaati atauran kampanye dan tidak melakukan aktivitas yang dilarang oleh ketentuan undang-undang dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.
  2. Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, Relawan dan semua pihak menggunakan momentum Ramadan untuk melakukan pendidikan politik dengan melakukan Kampanye Pilkada dan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
  3. Menghimbau Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, Relawan dan setiap orang untuk tidak memanfaatkan penunaian zakat, infaq dan shadaqah sebagai sarana kampanye.
  4. Menghimbau untuk tidak memanfaatkan pemberian ta’jil pada saat buka puasa dan makanan ketika saat sahur sebagai sarana kampanye.
  5. Untuk menghindari terjadinya potensi politik uang dan/atau kampanye, penunaian ZIS dapat disalurkan melalui lembaga resmi.
  6. Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, Relawan dan setiap orang agar menjaga kesucian tempat ibadah dengan tidak memanfaatkannya sebagai sarana kampanye politik praktis, membagikan bahan dan atau pemasangan alat peraga kampanye.
  7. Mengajak masyarakat pemilih untuk berpartisipasi aktif melaporkan setiap pelanggaran politik uang dan/atau kampanye di tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya melalui Panwaslu Kota Bekasi atau ke Panitia Pengawas Pemilu Tingkat Kecamatan se-Kota Bekasi.



Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

To Top