Nelson Mandela Batik | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Fashion

Kisah Nelson Mandela: Karena Batik Bukan Jas

REVIEW, Bekasi — Tanggal 2 Oktober kini diperingati sebagai hari batik. Hari ini di jalan-jalan banyak orang memakai batik. Di Twitter, ucapan “Selamat Hari Batik Nnasional” juga jadi trending topic.

Maka itu ada baiknya kita ingat lagi ikon terbaik batik Indonesia: Nelson Mandela.

Presiden Afrika Selatan itu memang “duta” yang paling sukses memperkenalkan batik Indonesia ke dunia internasional.

Bahkan, Nelson Mandela justru lebih berani dibanding pejabat kita sendiri. Ini diakui oleh Jusuf Kalla, wakil presiden.

Dalam siaran pers tahun 2013 lalu untuk merespon kabar wafatnya Nelson Mandela, Jusuf Kalla bercerita bahwa Nelson Mandela berani memakai batik di acara internasional penting seperti sidang umum PBB.

Padahal pejabat RI sendiri lebih memilih memakai jas. “Dia berani memakai batik dalam sidang PBB. Kalau saya barangkali masih ragu memakai batik dan berbicara dalam sidang PBB, tapi dia tidak,” kata Jusuf Kalla.

Karena Batik Bukan Jas

Mandela awalnya berkenalan dengan batik setelah ia mendapat batik sebagai cindera mata dari Presiden Soeharto pada tahun 1990.

Setelah itu ia pun sangat sering memakai batik. Menurut penjahit pribadi Mandela, Yusuf Surtee, seperti dikutip dari situs majalah GQ.com, Mandela menyukai batik karena baju itu “bukan jas”

Rakyat Afrika Selatan yang kebanyakan miskin memang sangat jarang yang memiliki jas. Karena itu Mandela tidak terlalu suka jas. Ia menganggap jas tidak merakyat.

Lalu pada 1990, setelah terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan, Mandela berkunjung ke Indonesia dan diberi batik. Ia sangat suka dengan baju resmi “non-jas” itu.

Menurut Yusuf, belakangan Mandela bahkan menolak tawaran busana dari desainer Giorgio Armani dan lebih memilih desainer lokal Indonesia, Iwan Tirta, untuk membikin batik baginya.

Mandela pertama kali mengenalkan batik di acara resmi di Afrika Selatan pada 1994, ketika ia membuka sesi parlemen Afrika Selatan. Setelah itu ia sering terlihat memakai batik.

Batik jadi The Madiba Shirt

Sayangnya, meski Mandela sudah menjadi ikon batik, batik Indonesia tidak terlalu banyak dipakai di Afrika Selatan.

Mengapa? Karena batik sudah menjadi “identitas pribadi” Mandela. Di sana batik disebut sebagai The Madiba Shirt (pakaian Madiba).

Madiba adalah nama penghormatan bagi Mandela. Warga Afrika Selatan selalu menyebut “Madiba” untuk Mandela.

Karena dipakai oleh Madiba, batik pun jadi berstatus “sakral”.

Akibatnya, warga Afrika Selatan tidak mau mengenakan batik dengan corak seperti batik Indonesia. Mereka menganggap itu tidak pantas.

Hanya Madiba yang berhak mengenakan batik dengan corak seperti itu.

Sedang untuk warga biasa di Afrika Selatan, mereka menggunakan “batik lokal” yang tidak bercorak garis atau permainan cahaya dan bayangan, melainkan batik yang menggambarkan kehidupan di Afrika.

Motif batik yang populer di Afrika Selatan

Jadi bagi Anda yang suka memakai batik lokal, selamat. Anda mengenakan busana yang tergolong “sakral” di Afrika Selatan.*



Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

To Top