DPPPA Kota Bekasi Pertajam Pemenuhan Kriteria Kota Layak Anak | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Bekasi 24 Jam

DPPPA Kota Bekasi Pertajam Pemenuhan Kriteria Kota Layak Anak

foto: amar faizal haidar/ reviewbekasi.com

REVIEW, Bekasi—Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi melakukan penajaman dalam pemenuhan criteria kota layak anak. Setidaknya ada 31 kriteria kota layak anak yang dipertajam.

DPPPA bahkan membentuk Tim Gugus Tugas yang berisi kumpulan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah instansi lainnya yang memiliki kaitan erat dalam proses pemenuhan Kota Layak Anak.

“Poinnya penting dari kegiatan ini adalah penegasan dan penajaman tentang pengisian indikator Kota Layak Anak. Kita ingin tahu apa saja yang telah dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, potensi apa yang telah mereka temukan dan belum kita inventarisir, sehingga dapat memberikan pemenuhan kepada kriteria Kota Layak Anak,” jelas Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Kota Bekasi, Rita Hartati kepada Review di sela-sela Rapat Koordinasi dengan Tim Gugus Tugas, di Graha Hartika Bekasi, Selasa (13/3).

Dari 31 kriteria KLA itu, Rita mengatakan prinsipnya dapat dibagi kedalam 5 kluster pemenuhan hak anak.

“Kluster pertama, anak-anak harus dipenuhi catatan sipil dan kebebasannya. Kedua, pengacuan alternatif anak. Ketiga, kesehatan dan kesejahteraan anak. Keempat, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya. Kelima, perlindungan khusus,” paparnya.

Rita mengaku bersyukur, tahun ini sejumlah Tim Gugus Tugas sudah melakukan berbagai upaya pemenuhan hak anak.

“Alhamdulillah, tahun lalu Dinas Kesehatan baru punya lima puskesmas ramah anak, tahun ini ada tambahan jadi 11. Contoh lain dinas pendidikan, dulu cuma 4 sekolah ramah anak, sekarang sudah naik signifikan jadi 60 sekolah. Itu artinya Kepala Sekolah mulai peduli terhadap pemenuhan indikator sekolah ramah anak,” pungkasnya.

Kota Bekasi sendiri masih jauh dari kriteria KLA. Untuk sementara, tengah berada di peringkat Madya atau peringkat dua terbawah dari lima kriteria KLA.

“Kita masih cukup jauh, oleh karena itu kita harus kerja keras, kerja bersama agar bisa meningkat menuju Kota Layak Anak. Kita berharap semua pihak ikut terlibat, OPD, masyarakat umum, insan pers dan selurubnya,” tutup Rita.



Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

To Top