BPPTKG Naikan Status Merapi ke Waspada, Aktivitas Pendakian Dilarang | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Nasional

BPPTKG Naikan Status Merapi ke Waspada, Aktivitas Pendakian Dilarang

foto: twitter/ @BPPTKG

REVIEW, Yogyakarta – Balai Penyidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikan status Gunung Merapi dari normal ke waspada terhitung pada Senin (21/5/2018) malam pukul 23.00 WIB.

Dari rilis yang diterbitkan BPPTKG, ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada pukul 23.00 WIB. Peningkatan aktivitas ini terhitung sudah terjadi dua kali dalam 8 jam.

Gunung aktif yang berada di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut terakhir erupsi freatik pada Senin (21/5/2018) sekitar puku 09.38 WIB.

BPPTKG mencatat sebelumnya erupsi terjadi pada pukul 01.25 WIB selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter. Sehingga dalam 8 jam, sudah terjadi erupsi selama 2 kali. Imbas dari erupsi ini, wilayah Yogyakarta dan sekitarnya terjadi hujan abu tipis.

BACA: Hanya Berjarak 8 Jam, Merapi Erupsi 2 Kali

Berdasarkan hasil pengamatan visual dari pos pengamatan dan CCTV, cuaca cerah terjadi pada siang hari, pagi dan sore hingga malam hari dominan berkabut, disertai hujan berangin.

Asap solfatara umumnya berwarna putih tebal, tekanan gas lemah dengan tinggi maksimum 25 m, teramati dari Pos Kaliurang. Cuaca di Pasar Bubar 12 °C kelembaban 92,3 % RH, tekanan udara 74,26 kph, kecepatan angin maksimum 23,28 km/jam, dan arah angin dominan dari Barat Laut ke Tenggara.

Dari hasil pengamatan dan adanya peningkatan aktivitas, maka status Merapi dinaikkan dari normal ke waspada.

Sehubungan meningkatnya status Gunung Merapi dari status normal menjadi waspada BPPTKG memberikan himbauan dan rekomendasi sebagai berikut :

  1. Kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana
  2. Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk
  3. Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi.
  4. Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segara ditinjau kembali
  5. Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192
  6. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi Gunung Merapi saat ini kepada masyarakat

 



Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terpopuler

To Top

Dapatkan info terupdate dari ReviewBekasi.com 

Dengan me- Like Fanpage Facebook

atau follow kami melalui Twitter