Begini 6 Cara Membahas Terorisme Kepada Anak | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Tips & Gaya Hidup

Begini 6 Cara Membahas Terorisme Kepada Anak

foto: twitter/ @kemendikbud_RI

REVIEW, Bekasi – Teror bom yang terjadi di sejumlah tempat di Surabaya dan beberapa wilayah di Indonesia menyisakan banyak duka. Terlebih lagi dalam aksi bom bunuh diri tersebut para pelaku melibatkan anak-anak dalam aksinya

Banyak pihak mengecam keras peristiwa keji yang melibatkan anak-anak tersebut, salah satunya Ketua Lembaga Generasi, Ena Nurjanah menyesalkan pelibatan anak tersebut.

Menurutnya melibatkan anak dalam kasus terror adalah sebuah kesalahan besar. Anak sejatinya tumbuh berkembang dengan potensi-potensi kebaikan. Potensi ini harus terus dipelihara hingga nantinya ia menjadi manusia dewasa yang baik dan bertanggung jawab terhadap diri dan orang lain.

Tak hanya itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi juga mengutuk keras pelibatan anak dalam aksi terorisme. “Bukan hanya kami, saya pikir semua orang di dunia mengutuk aksi terorisme. Tindakan terorismenya saja sudah tidak benar, apalagi sampai melibatkan anak-anak dalam aksi keji tersebut,” terang Kabid Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak, Mien Aminah.

ilustrasi: kemendikbud

 

 

Lalu bagaimana peran orang tua dalam memberikan pemahaman tentang aksi terorisme kepada anak-anak? Kemendikbud memberikan himbauan juga mengajak orangtua untuk berperan aktif dalam melawan bahaya terorisme melalui akun twitter resminya @Kemdikbud_RI memberikan panduan untuk orang tua terkait cara bicara pada anak tentang kejahatan terorisme, diantaranya :

  1. Hindari paparan terhadap televisi dan media sosial terutama yang menampilkan gambar dan adegan mengerikan bagi kebanyakan anak, terutama anak di bawah usia 12 tahun.
  2. Identifikasi rasa takut anak yang mungkin berlebihan. Pahami bahwa tiap anak memiliki karakter unik. Jelaskan bahaya terorisme sangat jarang namun kewaspadaan tetap diperlukan.
  3. Cari tahu apa yang mereka pahami. Bahas secara singkat apa yang sedang terjadi meliputi fakta-fakta yang telah terverifikasi. Ajak anak untuk tidak langsung percaya pada rumor, isu, dan spekulasi.
  4. Bantu anak mengungapkan perasaanya terhadap tragedy yang terjadi. Bila ada rasa marah, arahkan pada sasaran yang tepat yaitu pelaku kejahatan. Hindari prasangka pada identitas golongan yang didasarka pada prasangka
  5. Ajak anak berdiskusi dan mengapresiasi kerja para Polisi, TNI, dan petugas kesehatan yang melindungi, melayani, dan membantu pada saat tragedy tersebut. diskusikan lebih banyak tentang sisi kesigapan dan keberanian mereka daripada sisi kejahatan pelaku terror.
  6. Jalani kegiatan keluarga bersama secara normal untuk memberikan rasa nyaman seperti tidak tunduk pada tujuan teroris yaitu menebar ketakutan pada kehidupan kita. Kebersamaan dan komunikasi rutin penting untuk mendukung anak.

 




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top