ACHO, MEIKARTA, & KONSUMEN | | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Perumahan

ACHO, MEIKARTA, & KONSUMEN

meikarta-2
Calon konsumen bisa belajar dari kasus komika Acho dengan pengembang

Bekasi, REVIEW – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Lippo Group menghentikan segala bentuk promosi proyek kota baru Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kasus komika Acho dengan pengembang bisa menjadi pelajaran bagi calon konsumen.

YLKI lewat siaran pers yang ditandatangani oleh Ketua Harian Pengurus Tulus Abadi menegaskan Meikarta harus menghentikan segala bentuk promosi, iklan, dan bentuk penawaran lain atas produk apartemen Meikarta sampai seluruh perizinan dan aspek legal telah dipenuhi oleh pengembang.

“Meikarta jangan berdalih bahwa pihaknya sudah mengantongi izin mendirikan bangunan [IMB]  IMB, padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses permohonan pengajuan IMB,” tulis Tulus Abadi di laman resmi YLKI, www.ylki.or.id.

Selain catatan tersebut, YLKI mengajukan dua butir pernyataan lagi yakni

  • Menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan kalau perlu menunda untuk pemesanan dan/atau membeli unit apartemen di Kota Meikarta sampai jelas status perizinannya. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming dan janji fasum/fasos oleh pengembang. Sebelum menandatangani dokumen pemesanan, bacalah dengan teliti, dan saat pembayaran booking fee harus ada dokumen resmi, jangan dengan kwitansi sementara.
  • Pemerintah perlu menindak dengan tegas, jika perlu menjatuhkan sanksi atas segala bentuk pelanggaran perizinan dan pemanfaatan celah hukum yang dilakukan oleh pengembang dan kemudian merugikan konsumen;

Menurut data YLKI, sistem pre-project selling dan pemasaran yang dilakukan oleh banyak pengembang sering kali menjadi sumber masalah bagi konsumen di kemudian hari.

Hal itu terbukti sejak 2014-2016, YLKI menerima sekurangnya 440 pengaduan terkait perumahan, yang mayoritas masalah tersebut terjadi akibat tidak adanya konsistensi antara penawaran dan janji promosi pengembang dengan realitas pembangunan yang terjadi.

Bahkan pada 2015, menurut YLKI, sekitar 40% pengaduan perumahan terjadi sebagai akibat adanya pre project selling, yakni adanya informasi yang tidak jelas,benar dan jujur; pembangunan bermasalah; realisasi fasum/fasos; unit berubah dari yang ditawarkan.

Menurut Tulus Abadi, praktik semacam itulah yang menyerimpung komedian tunggal Mukhadly alias Acho. Janji dan promosi pengembang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan.

Acho sempat dituntut oleh pengembang apartemen Green Pramuka dalam kasus pencemaran nama baik PT Duta Paramindo Sejahtera, pengelola Green Pramuka City.

Komika tersebut dituduh mencemarkan nama baik setelah mengkritik pengelola apartemen melalui blog-nya, muhadkly.com. Namun, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai.

Meikarta memang menjadi sorotan publik sejak beberapa bulan terakhir. Wagub Deddy Mizwar sudah mengingatkan pengembang Lippo Group agar menghentikan sementara pembangunan di Meikarta Proyek yang akan menelan investasi Rp278 triliun.

Menurut penjelasan Demiz, begitu panggilan Wagub Jabar itu biasa disingkat, belum ada permohonan izin yang masuk ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Proyek Meikarta juga mendapatkan sorotan dari Said Didu, staf khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 2014—2016 dan Sekretaris Kementerian BUMN 2005—2010 di media sosial.

Pada 2 Agustus, Said Didu lewat akun Twitter resminya @saididu, berkicau, “Meikarta tanpa izin, pabrik semen di sulut tanpa izin, patung di tuban tanpa izin, bangun an reklamasi tanpa izin – tapi mereka aman aja.”

Meski begitu, Lippo Group sepertinya bergeming. Pengembang papan atas milik keluarga Riady ini akan terus membangun dan memasarkan Meikarta, seperti disampaikan oleh Direktur Humas Lippo Karawaci, Danang Kemayan Jati, yang dilansir oleh media di bawah bendera Lippo Group, www.beritasatu.com

PT Lippo Karawaci Tbk memastikan perusahaan tidak memiliki masalah soal perizinan dalam pembangunan kota baru Meikarta, mengingat seluruh prosedur perizinan sudah diikuti sesuai aturan yang berlaku. Selain itu Meikarta adalah bagian dari pengembangan Lippo Cikarang yang sudah dimulai pembangunannya sejak pertengahan tahun 1980.

“Semua perizinan dari pemerintah kabupaten juga sudah lengkap, namun perusahaan akan pelajari jika ada perizinan lain yang masih dibutuhkan di level provinsi. Lippo juga selalu patuh dan taat pada peraturan dalam ikut membangun daerah,” kata Danang kepada  www.beritasatu.com:

Media di bawah bendera Lippo Group itu juga menyuarakan bahwa Meikarta adalah solusi kemacetan di Ibu Kota Jakarta.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top

Dapatkan info terupdate dari ReviewBekasi.com 

Dengan me- Like Fanpage Facebook

atau follow kami melalui Twitter